SELAMAT DATANG DI KOTA SOLO

BERSIH KOTANYA SANTUN MASYARAKATNYA

Taman Balekambang, Taman 'Klangenan' Perpaduan Klasik Modern

Rabu, 30 Maret 2011

Warga Kota Surakarta kini mempunyai tempat 'klangenan' baru yang indah dan eksotik.Tempat  pelepas lelah dan sarana berkumpul keluarga yang asik dan nggak bikin kantong kering.
Taman Balekambang namanya. Rindangnya pepohonan yang membuat suasana yang nyaman membuat para orang tua suka membawa anak-anak dan keluarga mereka ke sana pada saat akhir minggu (week end).
Taman Balekambang dibangun pada 1921 oleh KGPAA Mangkunagara VII, yang dikenal dengan Partini Tuin pada saat itu, sebuah nama  yang diambil dari nama putri beliau yang bernama Partini.

Gesang,Pengabdian Sampai Akhir

Sosok sederhana ini merupakan figur watak pribadi Indonesia,yang mengabdikan hidupnya demi melestarikan budaya daerah Indonesia.Ya..siapa yang tak kenal dengan sosok satu ini.Dialah Gesang,komponis asli Solo ini adalah pencipta lagu Bengawan Solo yang terkenal hingga ke mancanegara.
Biografi Gesang
Gesang atau lengkapnya Gesang Martohartono (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 1 Oktober 1917 – meninggal di Surakarta, Jawa Tengah, 20 Mei 2010 pada umur 92 tahun) adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu asal Indonesia. Dikenal sebagai "maestro keroncong Indonesia," ia terkenal lewat lagu Bengawan Solo ciptaannya, yang terkenal di Asia, terutama di Indonesia dan Jepang. Lagu 'Bengawan Solo' ciptaannya telah diterjemahkan kedalam, setidaknya, 13 bahasa (termasuk bahasa Inggris, bahasa Tionghoa, dan bahasa Jepang).

Kreasi Unik Sandal Batik Sanggit, Kreasi Baru Sandal Batik Solo

Selasa, 29 Maret 2011

Sebagai warga Solo yang terkenal sangat berbudaya, maka tak heran jika banyak pula warga Solo yang berusaha melestarikan tradisi maupun warisan budaya peninggalan nenek moyang.Salah satunya melestarikan warisan budaya berupa batik.Banyak cara pula yang bisa dilakukan untuk memasyarakatkan batik yang sudah telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia.
Salah satunya, melalui kerajinan sandal batik. Namun,  berbeda dengan sandal batik yang selama ini kita kenal,  sandal batik kreasi seorang perajin di Serengan,  Solo,  Jawa Tengah, ini tergolong unik. Ditangan kreatifnya sandal yang satu ini tidak ditempel kain batik, namun,  diukir atau digambar langsung dengan solder khusus yang sudah dimodifikasi.

Jumog ; Surga Yang Hilang Di Lereng Gunung Lawu

Senin, 28 Maret 2011

Kawasan lereng gunung Lawu merupakan kawasan hijau dan segar dari Kabupaten Karanganyar.Maka tak heran jika di kawasan ini terdapat banyak sekali obyek wisata alam yang bisa dikunjungi.Salah satunya adalah Wisata Alam Air Terjun Jumog.
Jumog ; The Lost Paradise
Memang orang banyak yang tidak menyangka bahwa Desa Berjo di Kecamatan Ngargoyoso itu memiliki pesona wisata yang eksotik dan juga beragam.
Pengunjung dari luar kota, biasanya mengenali Karanganyar dari Candi Sukuh atau Tawangmangu secara keseluruhan. Dari semua potensi yang terdapat di Berjo, baru Candi Sukuh dan Air Terjun Jumog yang bisa dinikmati secara nyaman oleh para wisatawan.
Khusus untuk air terjun Jumog, Pemerintah Desa Berjo memang memberikan perhatian khusus. Obyek itu sudah menjadi kebanggaan warga Berjo karena dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat.

Peringatan 'Earth Hour" Di Yogyakarta

Minggu, 27 Maret 2011

Peringatan "Earth Hour" di Yogyakarta dipusatkan di Tugu, dan diikuti ratusan orang dari sejumlah komunitas, seperti komunitas sepeda dan kalangan siswa sekolah, Sabtu malam.
Selain memadati Tugu, mereka juga memadati sisi kanan dan kiri Jalan Pangeran Mangkubumi sambil menyalakan lilin sebagai simbol kampanye hemat energi.
"Pada tahun ini Yogyakarta untuk kedua kalinya menggelar peringatan `Earth Hour`. Keterlibatan sejumlah pihak untuk mengikuti kegiatan pada tahun kedua ini juga lebih banyak," kata Koordinator Peringatan `Earth Hour` di Yogyakarta Lia Damayanti.
Ia mengatakan sejumlah tempat di antaranya komplek Candi Prambanan, Air Mancur Adipura Yogyakarta, Tugu, dan enam hotel berbintang yaitu Grand Hyatt, Sheraton Mustika, Shantika, Novotel, Ibis, dan Phoenix, ikut memadamkan listrik selama satu jam, dari pukul 20.30 WIB hingga pukul 21.30 WIB.

Telaga Madirdo Potensi Wisata Di Karanganyar

Telaga Madirdo merupakan danau kecil yang airnya bersumber dari mata air di lereng Gunung Lawu. Telaga tersebut menjadi tumpuan kehidupan warga karena airnya yang tak pernah surut meski musim kemarau dan tak pernah penuh di saat musim penghujan. Desa Berjo Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, di sanalah telaga ini terhampar. Jarak telaga ini dari Balai Desa Berjo sekitar 4 kilometer dan dapat ditempuh dengan cukup mudah.
Telaga ini memiliki potensi yang layak untuk di kembangkan menjadi obyek wisata unggulan bagi Desa Berjo sebagaimana yang di impikan warga Berjo pada umumnya. Telaga Madirdo sebenarnya cukup di kenal oleh wisatawan yang memasuki Desa Berjo terutama wisatawan yang mencoba memperlajari ke aneka ragaman potensi wisata yang ada di Kabupaten Karanganyar,
Hal itu dikarenakan telaga ini termasuk dalam jalur Golden Tracking Sukuh-Grojogan Sewu. Dimana keberadaanya sangat berdekatan dengan berbagai obyek wisata seperti situs Watu Bonang, Situs Planggatan, Candi Sukuh dan Grojogan Sewu.

Telaga Mardido, Anugerah Alam Yang Perlu Mendapat Sentuhan

Saat ini, wilayah yang digenangi air di Tlogo Madirdo mencakup kurang lebih seribu meter persegi atau 30% dari luas cekungan. Kedalaman air kurang lebih 1 meter. Selain untuk keperluan mandi, air telaga juga dimanfaatkan penduduk untuk budidaya ikan, dan irigasi. Kondisi air sendiri cukup jernih dan memiliki volume air yang relatif konstan baik pada saat musim kemarau maupun pada saat musim penghujan.
Perbukitan di sekitar Telogo Madirdo memiliki potensi sumber air yang mengucurkan air secara terus-menerus dan tak pernah kering. Di sana terdapat keindahan lain seperti batu-batuan alam, flora fauna khas pegunungan dan pemandangan yang bagus ke berbagai arah.Jenis tanaman yang berada di perbukitan sekitar Tlogo Madirdo antara lain pohon bambu, pinus, akasia, mangga, pisang, pakis dan berbagai jenis tanaman perdu, semak dan rumput. Untuk wilayah sekitar tapak, selain jenis tanaman tersebut juga terdapat jenis tanaman tahunan seperti cengkeh, kopi, tanaman pertanian dan berbagai tanaman sayuran.

Kebun Teh Kemuning, Pesona Alami Nan Memukau

Bagi para penikmat wisata, khususnya yang tinggal di kota-kota besar yang mana selalu disibukkan dengan aktivitas pekerjaan dan bisingnya lalu lintas perkotaan pastilah sangat  menginginkan suasana yang sejuk,damai,tenang.Hal itu tak dapat dipungkiri lagi, selain bisa melepas stress suasana nan sejuk,hijau,tenang juga terkadang bisa memberi kita inspirasi,semangat lagi dalam mengarungi jaman yang dituntut serba cepat ini.
Mencari Kedamaian Di Bawah Langit Kemuning
Bukit hijau yang kita kenal sebagai Kebun Teh Kemuning ini berada di Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah –sekitar 10 kilometer timur laut dari jalur utama Solo-Tawangmangu. Inilah hamparan kebun teh yang sungguh elegan dan memesona. Dengan ketinggian lebih dari 900 meter di atas permukaan laut, kawasan ini memang cukup sejuk. Matahari hampir tak pernah terik di kawasan ini. Seperti umumnya daerah pegunungan yang lebih banyak berkabut.

Perpaduan Nuansa Unik Di Taman Agrowisata Sondokoro

Bisa menikmati keindahan alam nan hijau dan damai adalah sebuah anugerah yang tak terkiranya yang Tuhan berikan pada kita.Apalagi kalau kita bisa menikmatinya dengan orang-orang yang kita sayangi. Nah ngomong-omong tentang hijau saya teringat sebuah tempat yang menurut saya sangat pas kalau  kita hendak berlibur bersama keluarga. Sebuah tempat wisata yang berada di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Mari ikuti perjalanan saya ini.
Sondokoro Perpaduan Konsep Unik dan Modern
Cuaca yang tidak begitu panas, mengiringi perjalanan kami menuju sebuah tempat rekreasi yang terletak di Tasikmadu, Karanganyar. Dari Kota Surakarta jaraknya sekitar 12 kilometer.Jika ingin kesana, disarankan untuk menggunakan kendaran bermotor karena selain bisa menikmati kesejukkan hawa pegunungan sobat sekalian juga bisa menikmati pemandangan yang lebih bervariasi. Sebagai catatan pilihlah waktu yang tepat untuk perjalanan ini alias tidak turun hujan.

Pesona Magis Dari Keris Surakarta

Sabtu, 26 Maret 2011

Keris bagi orang awam mungkin hanyalah sekedar hiasan atau pajangan biasa. Adapula yang menganggap keris hanyalah sebagai senjata khas dari Jawa. Tapi dari keduanya memang benar,keris merupakan hiasan dan juga sebagai senjata. Tapi tahukah anda eksotisme keindahan dari sebuah keris?. Untuk itu kali ini sedikit banyak saya akan mengulas tentang keindahan pesona magis dari keris.
Barangkali periode yang dianggap paling mewakili kejayaan pembuatan keris di Jawa adalah semasa Kerajaan Mataram Islam. Ketika itu, perkembangan keris berlangsung dengan pesat, baik secara kualitas maupun kuantitas, terutama pada era kekuasaan Sultan Agung. Pada masa pemerintahan raja besar Mataram itu muncul dapur-dapur baru, salah satunya yang terkenal adalah dapur Nagasasra.

Malam 'Selikuran' Menanti Malam Seribu Bulan ala Keraton Surakarta

Sultan Agung Hanyokrokusumo banyak memberi warna Islam di Mataram (1613-1645). Raja besar itu berhasil memadukan dengan harmonis antara tradisi budaya Islam yang diwariskan oleh para wali dengan tradisi Hindu-kejawen yang telah lama tumbuh dan hidup dalam masyarakat Jawa.
Salah satunya adalah tradisi menyambut malam Lailatul Qadar –masyarakat Jawa menyebutnya malam selikuran, yaitu ritual pada malam-malam tanggal  ganjil pada sepertiga terakhir bulan Ramadan. Tak hanya Sultan Agung, para penerusnya pun tetap melestarikan tradisi malam selikuran bahkan ketika kerajaan terpecah menjadi dua, yaitu Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Itulah sebabnya di masyarakat pedesaan wilayah Yogyakarta dan Surakarta, tradisi malam selikuran ini tetap terpelihara hingga kini.
Lewat tembang Dandanggula dalam ”Serat Wulengreh”, Paku Buwono (PB) IV sangat mengagungkan peristiwa Lailatul Qadar. Lebih dari 200 tahun silam, Raja Surakarta itu  menulis;    Jroning Quran nggoning rasa jati/ Nanging pilih wong kang uninga/Anjaba lawan tuduhe/Nora kena binawar/Ing satemah nora pinanggih/Mundhak katalanjukan/Temah sasar susur/Yen sirdayun waskitha/Kasampurnaning badanira puniki/Sira anggegurua.

Gemerlap Solo Batik Fashion 2010

Solo Batik Fashion digelar di Pasar Windudjenar, Ngarsopuro, Solo, Jawa Tengah. Dalam acara ini, berbagai motif dan jenis kebaya dari seluruh Indonesia ditampilkan. Bahkan, tokoh-tokoh wanita yang kerap mengenakan kebaya juga dihadirkan dalam acara tersebut.Kesan gemerlap dan anggun mewarnai gelaran Solo Batik Fashion (SBF). Dalam perhelatan hari pertama tadi malam, para model profesional berlenggak-lenggok membawakan kreasi batik apik besutan sejumlah desainer papan atas Solo.
Solo Batik Fashion (SBF) 2  yang diadakan mulai tanggal 22-24 Juni 2010, itupun dibuka oleh Walikota Solo Ir. Joko Widodo  yang selanjutnya disambung dengan rangkaian acara fashion show oleh Himpunan Ratna Busana, dilanjutkan dengan parade dari masing-masing desainer.
Desainer yang ikut serta di acara SBF 2 antara lain, Tuty kebaya, Joko SSP, Rory Wardana, Irine Bridal, Alan, Joko Widiarto, Irawati Kusumoasri, Djongko Raharjo, Retno Tan, Eko MIM. Batik Danar Hadipun tak ketinggalan dengan mengusung koleksi terbarunya “Jawa Dwipa”, sedangkan batik Semar mengeluarkan 8 rancangan karya desainer Charles Sutanto.

Mengintip Geliat Industri Batik di Kampung Batik Kauman Solo

Orang bilang  kalau berkunjung ke Kota Solo belum lengkap rasanya kalau belum mampir ke kawasan ini..ya..kawasan ini bernama Kampung Batik Kauman. Setelah beberapa waktu yang lalu saya bisa merasakan atsmofir aktivitas di Kampung Batik Laweyan, nah saat ini saya ingin membahas sedikit tentang kampung yang satu ini. Kebetulan ada keluarga dari Banda Aceh yang ingin membeli beberapa potong batik Solo. Sekalian jadi guide sekalian pula saya ingin mengintip geliat aktivitas perbatikkan di kampung ini.
Kami pun melangkah memasuki kawasan Kampung Kauman melewati gapura yang berada di samping gedung salah satu bank swasta di Indonesia. Dilihat dari bentuk bangunannya kawasan ini masih kental dengan aroma keratonnya.Banyak bangunan kuno yang masih tetap terjaga keutuhannya.

Napak Tilas Sejarah Kampung Kauman Solo

Jumat, 25 Maret 2011

Kauman merupakan wilayah yang spesifik, sebagai nama kampung yang terletak di tengah kota berdekatan dengan Mesjid Agung dan alun-alun Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Keberadaan Kampung Kauman—-yang di Solo kemudian menjadi Kelurahan Kauman—-memiliki sejarah tersendiri tidak lepas dari keberadaan Mesjid Agung. Sementara, Mesjid Agung di Kota Solo, keberadaannya tak lepas dari Keraton Solo.
Dalam buku Kauman: Religi, Tradisi dan Seni (2007), disebutkan hampir setiap kota/kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur terdapat nama Kampung Kauman. Namun, Kauman di Kota Solo memiliki kisah tersendiri, yang sejarah kelahirannya memiliki kaitan erat dengan Keraton Kasunanan Surakarta. Usianya pun sama dengan saat dibangun Mesjid Agung Solo pada 1757, masa Paku Buwono (PB) III.

Melihat Proses Pembuatan Batik Di Kampung Laweyan Solo

Seringnya saya melihat pagelaran-pagelaran batik yang digelar oleh pemerintah Kota Surakarta membuat saya ingin lebih mengenal batik, khususnya tentang proses pembuatan batik. Untuk itu segeralah saya meluncur ke kawasan sentra industri batik Kampung Laweyan, Solo. Kampung Laweyan ini sudah sejak lama dikenal sebagai gudangnya para pengrajin batik di Solo.Untuk itu tak salah kalau pemkot Solo menetapkan daerah ini sebagai daerah tujuan wisata batik dan menjadi ikonnya Batik Solo.
Kreativitas Dalam Melestarikan Budaya Bangsa
Aroma malam (lilin) yang meleleh begitu eksotik tercium hidung. Di tempat produksi yang sederhana dan masih tradisional ini batik-batik berharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah dibuat. Para pembatik wanita terlihat lihai menggoreskan canting di atas kain, beberapa gadis muda juga terlihat tengah membatik dengan tekun, mereka adalah siswi dari sebuah SMK yang sedang PKL di tempat ini.
Semoga saja gadis-gadis muda itu bisa dan mau menjadi generasi penerus dari pembatik wanita yang sudah mulai uzur. Sedangkan pekerja pria ada yang bertugas membuat pola di atas kain polos, membuat batik cap, mewarnai batik, dan nglorot – melepas lapisan lilin dari kain. Sekilas, pembuatan batik cap itu terlihat mudah, padahal sebenarnya susah. Cap berbahan tembaga itu lumayan berat terangkat, dan musti dicapkan di atas kain dengan presisi, tidak boleh melenceng sedikit pun.

Menyusuri Jejak Sejarah Batik

Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.
Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjaungan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedangan Muslim melawan perekonomian Belanda.

Batik Menjadi Inspirasi Mode Dunia

Bukan rahasia lagi kalau saat ini Batik Indonesia mulai dilirik para perancang mode dunia. Baik itu yang berupa pakaian,tas,sepatu,topi,pernak-pernik dan sebagainya. Mereka menilai batik mempunyai nilai seni yang luar biasa indahnya.
Apalagi sekarang ini pemerintah Indonesia pun makin gencar mempromosikan batik ke ajang internasional.Ini dilakukan sesudah batik diakui UNESCO sebagai warisan budaya non benda asli dari Indonesia.Makanya tak salah kalau tiap-tiap kota penghasil batik mulai berlomba-lomba memunculkan motif-motif baru yang inovatif,berani dan fresh  mengikuti trend mode dunia meski tanpa meninggalkan ciri khas dari batik itu sendiri.

Singapura Jatuh Hati Dengan Batik Solo

Ternyata efek dari penampilan Solo Batik Carnival pada Parade Chingay tak hanya berimbas pada kepuasan atau kegembiraan pesertanya saja. Tapi juga nama Kota Solo telah menjadi buah bibir masyarakat di Singapura. Berkat penampilan para peserta SBC yang dikirim ke Singapura kini banyak yang bertanya-tanya tentang Solo khususnya dengan batik Solo nya.Mereka mengaku jatuh hati pada batik asal Solo.
Sebagaimana yang telah saya tuliskan dahulu Parade Chingay  yang tersebut diikuti kurang lebih 50 negara itu menampilkan kebudayaan masing-masing. Tampilnya Kota Solo dalam even tersebut adalah sebuah kehormatan tersendiri dari Pemerintah Kota Surakarta. Dan hal ini bakal dimanfaatkan untuk mengenalkan budaya dan pariwisata Kota Solo.
Kepala Bidang Promosi dan Kerja Sama Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Surakarta Mufti Rahardjo menjelaskan misi promosi dalam even tersebut. ''Untuk itu, demi menunjang hal ini kami sudah menggandeng ASITA (asosiasi biro perjalanan),'' katanya, yang mana semua itu dilakukan untuk mempermudah apabila ada wisatawan dari Singapura yang ingin bertamasya ke Kota Solo.

Solo Batik Carnival Go'es To World 2010 part 3

Solo Batik Carnival di Shanghai World Expo 2010
Solo Batik Carnival (SBC) kian mengukuhkan keberadaannya dalam panggung internasional, menyusul penampilannya di Shanghai World Expo yang diikuti sekitar 196 negara. Dijadwalkan, delegasi SBC yang membawa 18 desain busana batik akan bertolak ke Shanghai pada Jumat (10/9), dan tampil selama dua hari Minggu dan Senin (12-13/9).
Selama dua hari berpentas di Shanghai World Expo, jelas manajer SBC, Heru Mataya Prasetyo, menjawab wartawan, di kantornya, Selasa (7/9), delegasi SBC ikut menyemarakkan event parade serta pemanggungan di Paviliun Indonesia.
Sedangkan 18 desain busana batik yang ditampilkan, dibagi dalam tiga kelompok, masing-masing 6 desain yang pernah ditampilkan pada event SBC II dengan tema topeng, lalu 6 desain bertema sekar jagad yang disuguhkan saat SBC III tahun ini, dan 6 desain baru mengangkat tema legenda, sekaligus sebagai pra event SBC IV yang akan dilangsungkan tahun 2011.

Solo Batik Carnival Go'es To World 2010 part 2

Solo Batik Carnival di Pesta Budaya Tong-Tong Belanda
Satu lagi hal yang cukup membanggakan untuk warga adalah terpilihnya Solo Batik Carnival (SBC) untuk mengisi acara yang bernama " Tong-Tong Cultural Feast " atau Pesta Budaya Tong-Tong yang di selenggarakan di Den Haag, Belanda pada pertengahan April 2010.
"SBC yang telah sukses mengikuti festival bertarap internasional di Singapura, pertengahan April mendatang diundang ke Den Haag, Belanda untuk tampil dalam pesta budaya Tong-Tong," kata Wali Kota Surakarta, Jateng, Joko Widodo, di Solo.
Tetapi, katanya, pihak panitia pesta budaya di Den Haag tersebut hanya mengundang enam orang peserta SBC. Pemkot Surakarta mengirimkan 60 peserta yang tergabung dalam SBC pada Festival Chingay di Sirkuit F-1 Area, Singapura.

Solo Batik Carnival Go'es To World 2010 part 1

Kamis, 24 Maret 2011

Solo Batik Carnival sebuah ajang  pagelaran karnaval budaya batik yang diadakan dijalanan yang bertujuan untuk mempromosikan kepada dunia internasional pariwisata kota Solo sebagai Kota Budaya sekaligus melestarikan budaya batik sebagai warisan kebudayaan asli Indonesia.Pagelaran yang sudah berlangsung selama 3 tahun berturut-turut ini dalam perkembangannya mengalami perkembangan yang signifikan.Walaupun selama berlangsungnya event ini pemerintah Kota Solo selalu berusaha berbenah demi meningkatnya kualitas dan kuantitas Solo Batik Carnival itu sendiri.
Solo Batik Carnival di Festival Chingay Singapura
Sebagai bentuk perhatian dan penghargaan yang atas usaha pemerintah Kota Surakarta dan juga masyarakat Solo dalam mempromosikan batik sebagai warisan budaya Indonesia. Maka Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura mengundang peserta "Solo Batik Carnival" (SBC) untuk melakukan pementasan di negara tersebut.

Solo Batik Carnival 2010

Pada mulanya, karnaval ini terinspirasi dari Jember Fashion Carnaval (JFC), sebuah parade peragaan busana di jalanan. Untuk itu, maka walikota Solo Joko Widodo secara khusus mengundah presiden JFC untuk membidani acara serupa di kota Solo, namun dengan tema batik sebagai pembedanya. Melalui serangkaian woorkshop dan persiapan selama berbulan-bulan, maka karnaval tersebut berlangsung dengan gemilang.
Karnaval Batik Solo atau Solo Batik Carnival adalah sebuah event tahunan yang diadakan oleh pemerintah Kota Surakarta dengan menggunakan batik sebagai bahan utama pembuatan kostum. Para peserta karnaval akan membuat kostum karnaval dengan tema-tema yang di tentukan. Para peserta akan mengenakan kostumnya sendiri dan berjalan di atas catwalk yang berada di jalan Slamet Riyadi. Karnaval ini diadakan setiap tahun pada bulan Juni sejak tahun 2008. Inti dari acara ini adalah mengenalkan batik di mata dunia internasional dan juga untuk mengangkat citra batik dan Solo sebagai kota batik. Untuk itu bahan yang digunakan para pesertapun semuanya juga batik. Tahun 2008 dan 2009 yang lalu acara ini mampu menyedot perhatian ratusan ribu orang. Ratusan model akan memperagakan busana batik, kreasi mandiri peserta karnaval dalam tampilan dan desain yang makin atraktif, memikat dan berani.

Apa sih Alexa Rank atau Peringkat Alexa Itu?

alexa.com Akhir-akhir ini editor sering menerima email yang menanyakan perihal tentang apa sih Alexa Rank atau Peringkat Alexa Itu? Setelah di pikir-pikir sepertinya menarik juga untuk di bahas di blog ini, selain untuk menambah perbendaharaan keyword buat om google, topik seperti ini sebagai pelampiasan kejenuhan bermain dengan script ataupun kode-kode template.
Sekedar untuk mengobati rasa penasaran mereka yang bertanya tentang Alexa Rank atau Peringkat Alexa, berikut adalah beberapa coretan editor yang berhubungan dengan Alexa Rank.
Apa sih Alexa Rank atau Peringkat Alexa itu ?
Untuk mendefinisikan apa itu alexa rank, maka editor akan mengutip langsung dari situs alexa.com langsung, berikut adalah kutipan aslinya  :

Tutorial Pasang Widget Alexa di Blog

Alexa Certified Site Stats for kolom-tutorial.blogspot.com
Melanjutkan artikel sebelumnya yang membahas tentang alexa rank, maka posting kali ini akan di bahas secara khusus tentang cara pemasangan widget alexa di blog. Ini tentunya di tujukan bagi anda yang masih bingung tentang cara memasang widget alexa. Bagi anda yang sudah mahir, rasanya tutorial ini kurang berguna bagi anda.
Sebelum langsung ke topik utama yaitu tentang langkah-langkah memasang widget alexa ke blog, ada baiknya anda mengetahui manfaat apa yang akan di dapat dengan memasang alexa widget tersebut. Ok begini, pada posting sebelumnya sudah editor sebutkan bahwa salah satu cara meningkatkan alexa rank atau peringkat alexa adalah dengan cara memasang widget alexa di blog atau website anda.

Tips Meningkatkan Alexa Rank


alexa.com Masih seputar alexa rank seperti pada dua artikel sebelumnya, namun sepertinya artikel ini merupakan edisi terakhir mengenai alexa rank. Dalam coretan terakhir ini saya coba membahas tentang beberapa tips meningkatkan alexa rank untuk web atau blog.
Sebenarnya inti dari meningkatkan alexa rank adalah meningkatkan jumlah trafik atau kunjungan ke web atau blog anda, namun seringkali data yang di dapat oleh alexa tentang trafik blog anda tidak akurat, oleh karena itu kita sebagai pemilik web atau blog harus berusaha agar data trafik web atau blog kita sampai ke alexa dengan akurat.
Berikut adalah beberapa tips meningkatkan alexa rank untuk web atau blog :

Pesona Museum Radya Pustaka Surakarta

Museum Radya Pustaka tercatat sebagai museum tertua di Indonesia. Dibangun pada tanggal 28 Oktober 1890 oleh Kanjeng Adipati Sosrodiningrat IV, Pepatih Dalem pada masa pemerintahan Paku Buwono IX dan Paku Buwono X. Museum ini terletak di jalan protokol Slamet Riyadi, dikompleks Taman Wisata Budaya Sriwedari, Surakarta.

Museum Radya Pustaka Solo
Museum ini didirikan oleh Patih Karaton Surakarta : Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pada tanggal 28 Oktober 1890, semasa pemerintahan Sri Susuhunan Pakoe Boewono IX memegang tampuk pimpinan, hingga penghujung tahun 1990 sudah genap berusia satu abad. Dalam bangunan ini banyak menyimpan riwayat R.T.H. Djojohadiningrat II yang nama kecilnya Walidi, yang memprakarsai pendirian sebuah perkumpulan Paheman Radya Pustaka dengan museumnya. Namun realisasinya terwujud pada hari Selasa Kliwon tanggal 15 Maulud Ehe 1820 bertepatan tanggal 28 Oktober 1890.

Jamasan ' Canthik Perahu Kyai Rajamala '

Sejumlah abdi dalem melakukan jamasan (pencucian) canthik (haluan perahu) Kyai Rajamala di Museum Radyapustaka, Solo, Jateng, Setelah selama 118 tahun tersimpan di museum, haluan perahu kerajaan milik Keraton Solo buatan sekitar tahun 1780 jaman Paku Buwono IV tersebut dikeluarkan untuk dijamas.
Jamasan canthik perahu Kyai Rajamala di halaman Museum Radya Pustaka kali ini, tercatat kali kedua setelah jamasan pertama dilakukan tahun 2008 lalu. Sedangkan jamasan benda pusaka seperti keris, tombak, kudi dan lain-lain, baru dilangsungkan pertama kali tahun ini. Rencananya, agenda jamasan akan digelar secara tahunan, dan dilangsungkan pada bulan Sura.

Kerbau ' Kyai Slamet '

Seorang teman bertanya kepada saya perihal kerbau albino yang dia lihat di Alun-alun Selatan Keraton Surakarta, tentang asal-usulnya dan maknanya bagi warga Solo khususnya bagi Keraton. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan itu sejauh yang saya dengar, baik dari masyarakat maupun dari pihak kraton. Kurang lebih asal usul sang kerbau adalah sebagai berikut.
Tak berbeda waktunya dari cerita sebelumnya yaitu pada masa Pemerintahan Pakoe Boewono II, jaman Keraton Kartasura di sekitar abad ke 17, diceritakan bahwa di kerajaan terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh Pangeran Mangkubumi yang membuat ‘sinuwun’ harus melarikan diri ke Ponorogo. Di Ponorogo beliau ditampung oleh Bupati Ponorogo dan berdiam di sana untuk beberapa saat hingga pemberontakan berakhir.

Kirab Malam 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta 2010

Rabu, 23 Maret 2011

Menjelang tahun baru biasanya ditandai dengan berbagai kemeriahan, seperti pesta kembang api, keramaian tiupan terompet, maupun berbagai arak-arakan di malam pergantian tahun. Namun lain halnya dengan pergantian tahun baru Jawa. Menurut kalender Jawa Malam 1 Sura merupakan perayaan Tahun Baru. Malam 1 Suro tidak disambut dengan kemeriahan namun dengan berbagai ritual yang bertujuan mengintrospeksi diri.

Malam 1 Suro diadakan oleh Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Kraton Mangkunegaran pada 8 Desember 2010 yang akan berlangsung di kedua tempat tersebut. Malam 1 Suro jatuh mulai terbenam matahari pada hari terakhir bulan terakhir kalender Jawa (30/29 Besar) sampai terbitnya matahari pada hari pertama bulan pertama tahun berikutnya (1 Suro).

Solo City Jazz` 2009

Tanggal 4-5 Desember 2009 dipilih menjadi penyelenggaraan Solo City Jazz Festival yang pertama dengan mengambil setting panggung di halaman pasar Windujenar Koridor Ngarsopuro kota Solo, Jawa Tengah.
Nuansa batik mewarnai penyelenggaraan pergelaran musik jazz nasional Solo City Jazz 2009 .
Tidak hanya dalam penataan panggung, kostum para pengisi acara, pakaian pengunjung, hingga penari latar, semua menggunakan pakaian batik.
"Kesenian batik memiliki persamaan dengan musik jazz yang menunjukkan spirit kebebasan berekspresi," kata pengarah acara tersebut, Gideon Momongan.

Launching Solo City Jazz` 2009

Hari kamis malam tepatnya tanggal 12 November 2009, Bertempat di Loji Gandrung, Pemerintah Kota Surakarta meluncurkan "Solo City Jazz 2009" yang akan berlangsung pada 4 hingga 5 Desember 2009 di halaman Pasar Windujenar, kota Solo.
"Acara tersebut merupakan salah satu dari sejumlah acara besar tentang kesenian yang diadakan di Kota Solo," kata Wali Kota Surakarta, Joko Widodo di Solo, Jumat (13/11).
Pada acara tersebut, katanya, akan menampilkan pertunjukan musik jazz berkolaborasi dengan kesenian-kesenian daerah Jawa, salah satunya adalah batik.

Aksi Kolosal Anak Melukis Batik Aspal Jalan 2009

Masih dalam memperingati perayaan Solo Membatik Dunia, sekitar dua ribu anak-anak di Solo, Jawa Tengah membatik di atas jalan aspal sepanjang 4.000 meter, acara tepatnya di gelar di Jalan Diponegoro,kompleks Pasar Windujenar Solo.
Aksi ribuan anak membatik jalan itu adalah sebagai ekspresi menyambut pengukuhan batik sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada 2 Oktober lalu."Pilihan jalan aspal itu sebagai media alternatif pendidikan seni rupa. Berseni lukis tidak harus terpaku pada media kertas atau kanvas. Di aspal pun jadi media meledakkan ekspresi anak," kata Mayor Haristanto, Koordinator Aksi Kolosal 2009 Anak Melukis Batik Aspal Jalan, di Solo, Selasa 13 Oktober 2009.

Solo Menari 24 Jam 2010

Tanggal 29 April adalah hari yang dikenal sebagai World Dance Day atau Hari Tari seDunia. Kota Solo, sebagai Kota Budaya yang memiliki kekayaan seni tari menilai hari itu sebagai hari yang spesial. Tanggal 29 April di kota Solo selalu digelar berbagai acara tari. Seolah Kota Solo ingin mengajak seluruh dunia menari.  Untuk tahun 2010 ini diperingati  oleh ribuan warga dan seniman di Solo, Jawa Tengah, dengan turun ke jalan-jalan utama di Kota Budaya tersebut.
Peringatan Hari Tari Dunia yang diberi nama "Solo Menari 24 Jam" diselenggarakan oleh Dinas pariwisata dan Seni Budaya Kota Surakarta beserta Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta serta instansi terkait. Dengan mengangkat tema “Reaching for Compassion, equality and Tolerance”.Pembukaan kegiatan Solo Menari 24 Jam tersebut dilakukan secara bersamaan di kanopi Solo Square dan di kampus Institut Seni Indonesia Surakarta.

Solo Dance Festival 2009

Selasa, 22 Maret 2011

Solo Dance Festival 2009 " Mask and Body "
A. Latar belakang
Manusia di zaman prasejarah  dan zaman klasik  memperlakukan topeng sebagai media penghubung jagad kecil (microcosmos) dan jagad besar (macrocosmos), yang berfungsi dalam kehidupan ritual dan religisositas mereka. Hampir semua etnis di penjuru dunia –  Indian, India, Cina, Jepang, Aborigin, dan lain-lain, termasuk negeri nusantara ini mempunyai tradisi topeng dan kesejarahannya bagaimana tradisi topeng berinteraksi dengan masyarakatnya.
 Misalnya, tradisi topeng panji terdapat di daerah Malang, Bali, Indramayu,  dan Cirebon serta ragam topeng  daerah-daerah nusantara lainnya. Dengan kata lain, tradisi topeng merupakan. heritage planet bumi ini.

Pesona Kereta Api Berbalut Batik

Kalau Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana menggelar kirab batik dengan melibatkan 10.000-an orang berpakaian batik dari Stadion Sriwedari menuju Balaikota,untuk menyambut pengukuhan batik sebagai karya asli Indonesia warisan budaya dunia, maka lain lagi yang dilakukan sekelompok orang ini.
Diprakarsai oleh Mayor Haristanto dari Republik Aeng-Aeng, mereka membalut kereta api (KA) feeder jurusan Stasiun Purwosari-Wonogiri dengan kain batik. Belasan potong kain batik dibalutkan di sisi kiri, kanan, hingga ke atap bagian luar salah satu gerbong kereta pengumpan tersebut. Sementara di gerbong yang satu lagi dipasang spanduk dengan tulisan utama Batik the Heritage of Indonesia dan tulisan pendukung Pengukuhan Batik Sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Sepur Kluthuk Jaladara

Untuk menunjang sektor pariwisata di Kota Solo dan juga untuk meningkatkan minat wisatawan untuk datang ke Kota Solo, maka baru-baru ini pemerintah Kota Solo menyediakan alat transportasi yang berupa Kereta Wisata yang diberi nama "Sepur Klutuk Jaladara".
Mungkin anda tidak pernah menyangka.kalau di jaman modern begini masih ada kereta uap yang berbahan bakar kayu,itu pun dijalankan secara manual oleh tenaga manusia.Tapi di Solo, anda masih bisa menjumpai kereta tersebut. dengan segala keunikan yang melekat di kereta kuno tersebut Kereta ini merupakan kereta api wisata dengan lokomotif uap yang memberikan kesan baru dan klasik.Baru karena  baru kali ini Solo memiliki kereta wisata lokomotif uap,klasik karena kereta ini merupakan kereta kuno yang seharusnya sudah masuk museum,tapi oleh pemkot Solo kereta ini diperbaiki dan disempurnakan sesuai manfaatnya sebagai kereta wisata.

Kirab Solo Membatik Dunia

Setelah penantian yang cukup lama dari warga Indonesia, khususnya warga Kota Solo.Akhirnya United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) badan dunia PBB yang mengurusi di bidang kebudayaan memutuskan batik sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia (Representative List of Intangible Cultural Heritage).Secara resmi pengukuhan ini dilakukan pada Jumat, 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi Uni Emirat Arab.

Dengan diresmikannya batik sebagai warisan budaya Indonesia dan untuk merayakan keberhasilan ini, Presiden SBY menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mengenakan pakaian batik demi penghargaan terhadap kebudayaan Indonesia tersebut.Jumat harinya Batik, tanpa himbauan pun kita setiap hari Jumat sudah berbatik, We Love Batik.

Seniman Solo Peduli Merapi

Ada yang tidak biasa ketika kita harus terhenti oleh lampu merah di perempatan Jl Slamet Riyadi kawasan Ngarsopuro. Di bawah traffic light yang menyala merah para pengendara kendaraan bermotor disuguhi atraksi akrobatik dari sejumlah remaja yang tergabung dalam komunitas Solo Parkour and The All Freerun.
Aksi akrobatik yang mereka sebut freerun semakin memukau tatkala dipadu dengan iringan perkusi yang dibawakan komunitas Joglo Percussions. Sparkling atau kolaborasi antara musik perkusi dan freerun yang dipertontonkan di antara kepadatan lalu lintas Slamet Riyadi tersebut bukan tanpa maksud. Atraksi freerun di bawah lampu merah bertujuan menggalang dana dari sejumlah pengguna jalan bagi korban bencana Merapi.

Seniman Solo Peduli Gempa Padang

Akhir-akhir ini bangsa Indonesia sedang berduka.Banyak bencana alam yang menerjang kawasan Indonesia.Gempa bumi,tanah longsor,banjir bandang dan yang terakhir letusan gunung Merapi.Faktor geografis Indonesia yang terletak diantara dua lempeng bumi yang sangat berpotensi terjadi gempa bumi.Selain itu Indonesia juga merupakan negara yang memiliki gunung berapi terbanyak didunia.Juga faktor perubahan iklim yang ekstrim yang melanda diseluruh penjuru dunia mengakibatkan cuaca di Indonesia juga tak menentu.

Dalam rangka kemanusiaan dan kepedulian antar sesama umat manusia, maka sewaktu gempa melanda kota Padang komunitas seniman di Solo menggelar acara yang bertajuk 'Seniman Solo Peduli Gempa Padang'.

Eksotisme Kawasan Ngarsopuro

Senin, 21 Maret 2011

Apabila anda berkunjung ke Kota Solo, janganlah anda melewati kesempatan untuk sekedar mampir kekawasan Ngarsopuro.Sebuah kawasan  publik area yang dulunya tak tertata dengan rapi sekarang telah disulap menjadi kawasan yang sangat menarik, inovatif dan eksotis.Kawasan ini dibangun untuk menunjang imej Kota Solo sebagai Kota Budaya.Makanya tak heran jika kawasan ini sering dijadikan venue dari pagelaran-pagelaran yang sifatnya seni dan budaya.

LATAR BELAKANG PEMBANGUNAN KAWASAN NGARSOPURO
Identitas sebagai Kota Budaya sangat akrab dan melekat lama di Kota Solo. Upaya pelestarian tentu saja menjadi kehendak seluruh warga Kota Solo. Sebab pelestarian warisan pusaka sebagai tanda proses perubahan serta perkembangan kota yang terjadi secara alamiah. Secara berurutan tanpa harus kehilangan masa lalu yang dapat dijadikan cermin untuk pembangunan masa depan.Strategi pengelolaan kota  yang terarah dan bersinambung dimaksudkan sebagai piranti lunak untuk menjalankan fungsi pengarahan dan fungsi kontrol bagi laju pembangunan cepat tersebut.

Night Market Ngarsopuro

Ngarsopuro merupakan suatu kawasan di depan Pura Mangkunegaran, yang dahulu berjajar toko-toko elektronik kurang tertata serta terdapat pasar antik Triwindu . Kawasan ini sejak tahun 2009 telah di sulap menjadi suatu tempat yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi.Dengan ditatanya toko-toko dan direhabnya pasar antik Triwindu dengan bangunan etnik yang sekarang berubah nama menjadi pasar  antik Windujenar.
Di sebelah kiri kanan JL Diponegoro di kawasan Ngarsopuro tersebut tampak sangat nikmat untuk pejalan kaki tempat bercengkrama karen di trotoar tersebut dipasang paving ,tempat duduk dan berbagai patung serta lukisan menghiasi area tersebut.

Festival Dolanan Bocah

Dalam rangka untuk melestarikan kesenian anak-anak yang berupa mainan anak-anak (dolanan; bahasa jawa) dan juga untuk mengembangkan minat anak-anak untuk kembali mencintai seni tradisional Jawa maka pada kesempatan ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta, menggelar Festival "Dolanan Tradisional Bocah" di Kawasan Ngarsopuran Kota, 3-5 Juli.
Kepala Disbudpar Kota Surakarta Purnomo Subagyo, di Solo, Jumat, mengatakan, festival tersebut untuk  mengisi masa liburan sekolah.
Menurut Purnomo, ada sekitar 16 jenis "dolanan" (permainan anak-anak) tradisional yang akan ditampilkan dan dibangkitkan kembali melalui kegiatan tersebut.

Mangkunegaran Performing Arts Festival

Solo kembali menunjukan bahwa dia sudah berkembang tanpa berubah. Kota dengan tagline Solo  The Spirit of Java ini terus membenahi diri mengejar ketertinggalannya dengan kota-kota lain di Jawa seperti Yogyakarta, Semarang, atau bahkan Malang.
Salah satunya dengan mengadakan berbagai macam event kesenian, seperti 2 event yang diadakan dalam minggu ini (3/7) yaitu Festival Dolanan Bocah dan Mangkunegaran Performing Art.
Sebuah pentas budaya karya adiluhung Dinasti Mangkunegaran yang akan dilaksanakan di Pendapa Mangkunegaran, Surakarta pada tanggal 2-3 Juli 2010.

Pentas Seni Indonesia Chanel 2009

Sering menggelar pertunjukan seni budaya tingkat internasional, Kota Solo dipilih Departemen Luar Negeri sebagai tempat pertunjukan Indonesia Channel 2009, yang merupakan puncak kegiatan program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) 2009.
Sebanyak 50 peserta BSBI dari 31 negara, yang belajar selama tiga bulan di Indonesia, Minggu (18/10) malam, akan menampilkan pertunjukan seni dan budaya Indonesia, di Pamedan (lapangan) Pura Mangkunegaran Surakarta.
Pentas kesenian "Indonesia Channel 2009" menunjukkan kekayaan budaya Indonesia.Sejumlah tarian, musik tradisional, hingga kesenian kontemporer yang merupakan kolaborasi dari kesenian-kesenian daerah di sejumlah daerah di Indonesia, disajikan dalam sebuah pertunjukan yang diselenggarakan Departemen Luar Negeri Republik Indonesia sebagai penutup program Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) 2009.

Festival Pasar Panji 2009

Untuk menggerakkan pertumbuhan pasar tradisional di Solo dan kepedulian masyarakat Solo akan pelestarian pusaka budaya serta ekonomi kreatif maka Pemkot Surakarta bekerja sama dengan salah satu penyelenggara acara budaya, "Mataya Arts and Heritage",mengadakan festival yang diberi nama Festival Pasar Panji.

Festival yang diadakan di Pasar Windujenar,Ngarsopuro,Surakarta  tersebut cukup semarak dan memikat siapapun yang menontonnya.Meskipun dibawah terik matahari, para pelaku seni dengan semangat membawakan tarian tradisional. Beberapa penari dari Jawa Timur pun ikut  hadir untuk menyemarakkan acara pembukaan Festival Seni Pasar panji tersebut.

Festival Tirtonadi 2011

Satu lagi pagelaran yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Solo, Festival Tirtonadi 2011.Festival yang semula yang rencananya digelar di sebuah ‘pulau kecil’ Sungai Kalianyar,(19/3), akhirnya harus berpindah tempat menyusul hujan deras mengguyur Kota Solo.Sebuah pagelaran seni budaya berupa tari,seni lukis dan seni instalasi bertema air.Dalam Festival Tirtonadi 2011 ditampilkan seni kolaborasi berjudul Jarik (Kain Batik Khas Solo).
“Rencananya tadinya kami mau menyelenggarakannya di bawah sana (Sungai Kalianyar). Di sana kan ada pulau kecilnya, tapi berhubung hujan ya pindah ke taman tirtonadi,” tutur sutradara seni kolaborasi ‘Jarik’, Djarot Budi Darsono.

Peresmian Pasar Antik Windujenar

Minggu, 20 Maret 2011

Pasar Windujenar awalnya dikenal dengan sebutan pasar Triwindu berlokasi di Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta, tepatnya di depan Pura Mangkunegaran yang semula sebagai alun - alun milik Mangkunegaran dan setiap tiga windu diadakan perayaan peringatan yang diselenggarakan oleh Mangkunegara VII.














Saat itu banyak pedagang yang berjualan di tempat tersebut dengan membuat los terbuka yang kemudian aktivitas perdagangan tersebut dikelola oleh Pemerintah Daerah menjadi pasar barang - barang antik.
Tahun 2009 Pasar Triwindu direlokasi di depan sayap kanan Pura Mangkunegaran dengan luas tanah 2.384 m2 dan diresmikan oleh Walikota Surakarta pada tanggal 25 September 2009 dengan upacara prosesi boyongan pedagang pasar Windujenar.

Boyongan Pasar Windujenar

Boyongan Pasar Windujenar adalah sebuah event kirab budaya yang langka yang digelar oleh Pemkot Solo dalam hal ini Dinas Pengelolaan Pasar(DPP) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Seni dan Budaya yang mana acara ini intinya adalah pindahnya para pedagang-pedagang yang sebelumnya tersebar di kawasan Sriwedari berpindah menempati kawasan Pasar Windujenar yang telah selesai di renovasi.












Kirab ini juga sebagai ajang promosi sekaligus kebanggaan dari pedagang Windujenar.
Kirab sendiri dimulai pukul 16.00 WIB dengan rute Sriwedari-Ngarsapura lewat Jl Slamet Riyadi.Di antara para peserta kirab itu, akan tampil pula Walikota Solo, Joko Widodo, Wakil Walikota FX Hadi Rudyatmo, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Subagiyo, pengurus paguyuban pedagang Pasar Windujenar dan para lurah dari 41 pasar tradisional di Solo.

Solo Batik Carnival 2009

Solo Batik Carnival (SBC),sebuah event tahunan dari pemkot Solo yang bekerjasama dengan Solo Center Point (SCP) Foundations.Event yang kini telah memasuki tahun kedua akan diselenggarakan pada tanggal 26-28 Juni 2009.Solo Batik Carnival ini puncaknya diselenggarakan pada tanggal 28 Juni 2009 pkl.15.00 dengan mengambil rute sepanjang jalan Slamet Riyadi mulai dari Solo Center Point Purwosari sampai dengan Balaikota Solo.Ajang SBC 2009 juga masih akan dikomandani oleh Dynand Fariz yang juga Presiden Jember Fashion Carnival.













Solo Batik Carnival II Tahun 2009 ini mengambil tema "topeng" sehingga tak heran jika semua peserta memakai aksesoris yang berkaitan dengan topeng, tanpa meninggalkan batik sebagai sebagai tema utamanya.Peserta Karnaval terdiri dari 300 orang baik anak-anak, remaja bahkan ibu-ibu. Dalam karnaval SBC II, kemarin terlihat para peserta baik dari anak-anak sampai dengan dewasa semua memakai kostum yang beraneka ragam bentuknya, dan tentunya terlihat unik dan mengasyikkan. Tak heran banyak warga masyarakat yang terkagum-kagum melihatnya.

Sugeng Rawuh

Sugeng Rawuh

Label Cloud




Statistik


awoencahsolo. Diberdayakan oleh Blogger.