SELAMAT DATANG DI KOTA SOLO

BERSIH KOTANYA SANTUN MASYARAKATNYA

Solo Batik Carnival Go'es To World 2010 part 1

Kamis, 24 Maret 2011

Solo Batik Carnival sebuah ajang  pagelaran karnaval budaya batik yang diadakan dijalanan yang bertujuan untuk mempromosikan kepada dunia internasional pariwisata kota Solo sebagai Kota Budaya sekaligus melestarikan budaya batik sebagai warisan kebudayaan asli Indonesia.Pagelaran yang sudah berlangsung selama 3 tahun berturut-turut ini dalam perkembangannya mengalami perkembangan yang signifikan.Walaupun selama berlangsungnya event ini pemerintah Kota Solo selalu berusaha berbenah demi meningkatnya kualitas dan kuantitas Solo Batik Carnival itu sendiri.
Solo Batik Carnival di Festival Chingay Singapura
Sebagai bentuk perhatian dan penghargaan yang atas usaha pemerintah Kota Surakarta dan juga masyarakat Solo dalam mempromosikan batik sebagai warisan budaya Indonesia. Maka Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura mengundang peserta "Solo Batik Carnival" (SBC) untuk melakukan pementasan di negara tersebut.

"Pementasan 'Solo Batik Carnival' akan dilakukan dalam satu bagian di sebuah festival budaya di Singapura, 'Chingay Festival'," kata Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Disparsenbud) Kota Surakarta, Purnomo Subagyo.
Dia mengatakan, keikutsertaan peserta "Solo Batik Carnival" dalam "Chingay Festival" akan dilakukan pada 19 hingga 20 Februari 2010 di lintasan sirkuit balap Formula Satu di Singapura. "Keikutsertaan peserta SBC di 'Chingay Festival' dapat dilakukan karena adanya minat dan ketertarikan masyarakat Singapura terhadap penampilan peserta SBC saat pentas Agustus 2009," kata dia.
Selain untuk memperkenalkan acara "Solo Batik Carnival" yang diselenggarakan setiap tahun di Solo, kata dia, keikutsertaan peserta SBC di "Chingay Festival" juga bertujuan untuk mempromosikan sektor wisata yang ada di Solo.
Akan tetapi, lanjutnya, pihaknya akan mengemasnya dengan menekankan pada konsep identitas Kota Solo.
Dia mengatakan, mulai Desember 2009 para peserta SBC yang akan disiapkan dalam "Chingay Festival" mempersiapkan diri. Pada kesempatan tersebut, kata dia, ada 50 peserta karnaval yang disiapkan.
Selain itu, lanjut dia, pementasan SBC di Singapura juga akan melibatkan para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu  di Singapura. "Pada awal Desember 2009, Duta Besar Indonesia untuk Singapura akan meninjau kesiapan kami dalam mementaskan 'Solo Batik Carnival' di Singapura," kata dia.
Purnomo Subagyo berharap keikutsertaan peserta SBC dalam "Chingay Festival" dapat membantu promosi wisata yang ada di Solo sehingga jumlah kunjungan wisatawan akan bertambah di 2010.Parade yang di gelar di Sirkuit F1 Singapore tersebut dibuka oleh Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Long itu memang menjadi ajang bergengsi sekaligus ajang wisata internasional.Chingay Parade untuk memeriahkan Imlek itu diikuti oleh 58 kontingen berasal dari tujuh negara termasuk Indonesia yang diwakili oleh Solo Batik Carnival. Solo Batik Carnival menurunkan 150 orang dalam event tersebut yang terdiri atas 75 pelajar dan mahasiswa Indonesia di Singapura dan 60 orang berasal dari Solo serta 15 orang Jakarta. Kontingen Solo memang tidak terlalu besar dibandingkan dengan kontingen dari negara atau peserta lainnya. Bahkan ada kontingen yang mengerahkan 700 personel untuk tampil di parade itu.
Meski demikian, SBC berhasil mencuri perhatian penonton yang memadati tribune di kiri dan kanan jalan. Gerakan komposisi koreografi yang ditampilkan dengan iringan musik perkusi yang dikolaborasikan dengan bonang mengundang aplus penonton. Pamer atraksi di depan tribune yang hanya berlangsung sekitar tiga menit, mengalir begitu cepat. Sehingga tidak terasa gerakan tarian yang disusun Bambang ''Besur'' Suryono selaku Art Director dan koreografer itu berlalu dengan iringan kibasan rumbai-rumbai yang dibawa penonton. Parade itu terbagi dalam enam bagian yang masing-masing mempunyai tema yang berbeda. Bagian pertama pembukaan yang dimeriahkan dengan atraksi dari sejumlah kontingen.
Bagian berikutnya bertema Legendary Tales(2), Cultures of The East(3), Singapore Samba(4), Yellow River-A Chingay Interpretation dan bagian terakhir atau keenam sebagai kelompok yang mengakhiri parade. Kontingen Solo sendiri berada di bagian tiga masuk dalam tema Culture of The East, bersama-sama dengan kontingen dari Taiwan, Jepang dan Thailand serta sejumlah kontingen dari Singapura sendiri yang tampil cukup beragam temanya.
Solo Batik Carnival yang memadukan kostum batik dengan desain modern dan diiringi musik klasik itu tampak memikat perhatian puluhan ribu penonton yang memadati arena parade tersebut.
Pimpinan Kontingen Solo Batik Carnival, Bambang Suryono, mengatakan, penampilan kontingen Solo Batik Carnival memang berbeda dengan kontingen lainnya.
"Untuk itu tidak mengherankan kalau banyak penonton yang tertarik dengan desain kostumnya yang memadukan batik dengan gaya modern itu," katanya.

Group Director Chairman Chingay Parade Exco, Nah Juay Hng, menilai, penampilan Indonesia yang diwakili oleh Solo Batik Carnival pada parade itu cukup bagus.
Mereka, katanya, mampu menarik perhatian penonton.
Pada acara serupa Tahun 2009, pihak panitia parade juga mengundang perwakilan dari Indonesia yang diwakili oleh kontingen Wonogiri, Jawa Tengah, dengan menampilkan tarian Reog Ponorogo.

0 komentar:

Posting Komentar

Sugeng Rawuh

Sugeng Rawuh

Label Cloud




Statistik


awoencahsolo. Diberdayakan oleh Blogger.