Satu lagi tempat tujuan wisata di Kota Solo yaitu Keraton Surakarta.Keraton ini merupakan simbol peninggalan sejarah pada waktu jaman penjajahan dahulu.Dimana dahulu keraton ini adalah pindahan dari keraton yang ada di Kartasura.Sebelumnya wilayah Keraton ini merupakan sebuah ngarai atau lembah yang sangat dalam.Yang akhirnya di ubah menjadi daratan yang padat dengan berbagai macam material timbunan.
Sejarah Berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta
Riwayat keraton Surakarta di awali oleh seorang panglima Tamtama ( pasukan khusus) kerajaan Pajang yang bernama Ki Ageng Pamanahan. Beliau adalah orang yang tekun dan tertib serta taat pada kerajaan Pajang. Dan atas jasa – jasanya ia diberikan tanah di daerah Mataram yang semula adalah hutan belukar.
Di atas tanah di tengah hutan ini beliau mendirikan padepokan yang semakin lama semakin besar dan membentuk pedukuhan. Beliau mendapat gelar Ki Ageng Mataram. Namun setelah wafatnya Ki Ageng Mataram putra beliau Ngabehi Sutowijoyo atau Ngabehi Loring Pasar diangkat sebagai anak oleh sultan Pajang dan juga ditunjuk menjadi pengganti ayahnya sebagai pengemban kekuasaan di Mataram dan juga mendapatkan pangkat sebagai Panglima Tamtama yang bergelar Senopati Ing Ngalogo
Setelah Sultan Pajang Prabu Hadiwijoyo wafat, Senopati Ing Ngalogo membangun keraton Mataram menggantikan ayah angkatnya dan mengambil gelar Panembahan Senopati Ing Ngalogo pada tahun 1511 jawa atau tahun 1685 masehi. Keraton Mataram dibangun pada tahun 1586 – 1678. dan kemudian setelah tahun 1670 Masehi kraton Mataram yang lama dipindahkan ke daerah yang bernama Wonokarto dan beliau memberi nama Keraton Kartosuro Hadiningrat pada tahun 1670 masehi dan beliau menggunakannya sampai tahun 1745 Masehi.