SELAMAT DATANG DI KOTA SOLO

BERSIH KOTANYA SANTUN MASYARAKATNYA
Tampilkan postingan dengan label Publik Area. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Publik Area. Tampilkan semua postingan

Taman Balekambang, Taman 'Klangenan' Perpaduan Klasik Modern

Rabu, 30 Maret 2011

Warga Kota Surakarta kini mempunyai tempat 'klangenan' baru yang indah dan eksotik.Tempat  pelepas lelah dan sarana berkumpul keluarga yang asik dan nggak bikin kantong kering.
Taman Balekambang namanya. Rindangnya pepohonan yang membuat suasana yang nyaman membuat para orang tua suka membawa anak-anak dan keluarga mereka ke sana pada saat akhir minggu (week end).
Taman Balekambang dibangun pada 1921 oleh KGPAA Mangkunagara VII, yang dikenal dengan Partini Tuin pada saat itu, sebuah nama  yang diambil dari nama putri beliau yang bernama Partini.

Peringatan 'Earth Hour" Di Yogyakarta

Minggu, 27 Maret 2011

Peringatan "Earth Hour" di Yogyakarta dipusatkan di Tugu, dan diikuti ratusan orang dari sejumlah komunitas, seperti komunitas sepeda dan kalangan siswa sekolah, Sabtu malam.
Selain memadati Tugu, mereka juga memadati sisi kanan dan kiri Jalan Pangeran Mangkubumi sambil menyalakan lilin sebagai simbol kampanye hemat energi.
"Pada tahun ini Yogyakarta untuk kedua kalinya menggelar peringatan `Earth Hour`. Keterlibatan sejumlah pihak untuk mengikuti kegiatan pada tahun kedua ini juga lebih banyak," kata Koordinator Peringatan `Earth Hour` di Yogyakarta Lia Damayanti.
Ia mengatakan sejumlah tempat di antaranya komplek Candi Prambanan, Air Mancur Adipura Yogyakarta, Tugu, dan enam hotel berbintang yaitu Grand Hyatt, Sheraton Mustika, Shantika, Novotel, Ibis, dan Phoenix, ikut memadamkan listrik selama satu jam, dari pukul 20.30 WIB hingga pukul 21.30 WIB.

Pesona Museum Radya Pustaka Surakarta

Kamis, 24 Maret 2011

Museum Radya Pustaka tercatat sebagai museum tertua di Indonesia. Dibangun pada tanggal 28 Oktober 1890 oleh Kanjeng Adipati Sosrodiningrat IV, Pepatih Dalem pada masa pemerintahan Paku Buwono IX dan Paku Buwono X. Museum ini terletak di jalan protokol Slamet Riyadi, dikompleks Taman Wisata Budaya Sriwedari, Surakarta.

Museum Radya Pustaka Solo
Museum ini didirikan oleh Patih Karaton Surakarta : Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pada tanggal 28 Oktober 1890, semasa pemerintahan Sri Susuhunan Pakoe Boewono IX memegang tampuk pimpinan, hingga penghujung tahun 1990 sudah genap berusia satu abad. Dalam bangunan ini banyak menyimpan riwayat R.T.H. Djojohadiningrat II yang nama kecilnya Walidi, yang memprakarsai pendirian sebuah perkumpulan Paheman Radya Pustaka dengan museumnya. Namun realisasinya terwujud pada hari Selasa Kliwon tanggal 15 Maulud Ehe 1820 bertepatan tanggal 28 Oktober 1890.

Eksotisme Kawasan Ngarsopuro

Senin, 21 Maret 2011

Apabila anda berkunjung ke Kota Solo, janganlah anda melewati kesempatan untuk sekedar mampir kekawasan Ngarsopuro.Sebuah kawasan  publik area yang dulunya tak tertata dengan rapi sekarang telah disulap menjadi kawasan yang sangat menarik, inovatif dan eksotis.Kawasan ini dibangun untuk menunjang imej Kota Solo sebagai Kota Budaya.Makanya tak heran jika kawasan ini sering dijadikan venue dari pagelaran-pagelaran yang sifatnya seni dan budaya.

LATAR BELAKANG PEMBANGUNAN KAWASAN NGARSOPURO
Identitas sebagai Kota Budaya sangat akrab dan melekat lama di Kota Solo. Upaya pelestarian tentu saja menjadi kehendak seluruh warga Kota Solo. Sebab pelestarian warisan pusaka sebagai tanda proses perubahan serta perkembangan kota yang terjadi secara alamiah. Secara berurutan tanpa harus kehilangan masa lalu yang dapat dijadikan cermin untuk pembangunan masa depan.Strategi pengelolaan kota  yang terarah dan bersinambung dimaksudkan sebagai piranti lunak untuk menjalankan fungsi pengarahan dan fungsi kontrol bagi laju pembangunan cepat tersebut.

Night Market Ngarsopuro

Ngarsopuro merupakan suatu kawasan di depan Pura Mangkunegaran, yang dahulu berjajar toko-toko elektronik kurang tertata serta terdapat pasar antik Triwindu . Kawasan ini sejak tahun 2009 telah di sulap menjadi suatu tempat yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi.Dengan ditatanya toko-toko dan direhabnya pasar antik Triwindu dengan bangunan etnik yang sekarang berubah nama menjadi pasar  antik Windujenar.
Di sebelah kiri kanan JL Diponegoro di kawasan Ngarsopuro tersebut tampak sangat nikmat untuk pejalan kaki tempat bercengkrama karen di trotoar tersebut dipasang paving ,tempat duduk dan berbagai patung serta lukisan menghiasi area tersebut.

Kawasan Gladak Sebagai Pusat Bisnis dan Pariwisata Solo

Kamis, 17 Maret 2011

Apabila anda hendak berpergian melewati jantung Kota Solo,pastilah anda akan melewati satu kawasan yang dinamakan Gladak.Kawasan ini berupa perempatan jalan dari ujung jalan Slamet Riyadi.Kawasan ini terkenal karena menjadi ikon dari Kota yang berjuluk Kota Budaya.Apalagi sekarang di kawasan Gladak telah dibangun sebuah patung dari seorang tokoh pejuang dari Solo yaitu Brigjen(anumerta) Slamet Riyadi.
Sejarah Pembangunan Patung Slamet Riyadi

 Brigjen(anumerta) Slamet Riyadi adalah salah seorang pejuang putra daerah yang memiliki jasa besar di masa pergolakan fisik pasca kemerdekaan. Patung Brigjen (anumerta) Slamet Riyadi pun akan dibangun sebagai penghormatan atas jasa-jasa beliau dan juga mengingatkan kepada masyarakat bahwasannya Solo dulunya juga berperan aktif dalam perjuangan meraih dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.Patung ini sendiri akan ditempatkan disekitar Bundaran Gladag. Peletakan batu pertamanya yakni tapak patung dilakukan oleh KSAD, Jendral TNI Djoko Santoso. Peletakan batu pertama tapak patung itu dilakukan pada Senin (18/12/2006) di Bundaran Gladag. Guyuran hujan deras sempat terjadi kala acara seremonial berlangsung. Tak ayal peletakan batu pertama pondasi tapak patung tertunda beberapa saat. Rencananya patung Slamet Riyadi setinggi 7 meter yang merupakan sumbangan KSAD tersebut akan ditempatkan di sebelah barat bundaran dan menghadap ke arah barat atau arah Jl Slamet Riyadi, yakni jalan utama di kota tersebut. Dalam sambutannya Djoko Santoso mengatakan bahwa di tubuh TNI ada program pembinaan tradisi dan sejarah berupa penghormatan dan penghargaan kepada prajurit yang melaksanakan tugas dengan baik.

Sugeng Rawuh

Sugeng Rawuh

Label Cloud




Statistik


awoencahsolo. Diberdayakan oleh Blogger.